Yang Terhormat Tuan Presiden, Semoga Anda tidak Termasuk Jenis Penguasa dalam Kisah Ini ...!

http://bolehbagikan.blogspot.com/

Seorang laki-laki tanpa nama berkata kepada penguasa di zamannya. “Engkau hidup dalam kebahagiaan. Banyak makanan dan minuman. Tidurmu terjamin semuanya. Segala kepiluan dan penderitaan hidup tidak pernah engkau alami. Engkau seorang penguasa. Apa pun keinginanmu, pasti bisa engkau dapatkan.”

Setelah menyampaikan kalimat itu, sang penguasa mengundang laki-laki ini. Hendak dijamu. Makan malam super istimewa di istana sang penguasa. Bukan main, hati si laki-laki amat bahagia. Tak ubahnya mendapatkan durian runtuh. Benar-benar pengalaman pertama sepanjang hidupnya yang didera nestapa nan menyengsarakan.
Ketika sudah duduk berhadap-hadapan dengan raja, terlihatlah seluruh hidangan sangat nikmat di meja makan. Si laki-laki tak kuasa menahan liur. Tak mampu menahan terbitnya selera. Ingin rasanya segera menikmati seluruh makanan yang bahkan baru pertama kali dilihatnya itu.
 
Ketika hendak mulai menggerakkan jemarinya mengambil alat makan, laki-laki ini segera menghentikannya. Tertangkap oleh lirikan matanya sebilah pedang amat tajam tepat di atas kepalanya. Pedang itu hanya diikat dengan seutas benang yang amat halus. Sewaktu-waktu, benang itu bisa putus, lantas pedangnya tertancap sempurna di kepala si laki-laki.
Belum kelar dialog batinnya lantaran rasa takut akan ancaman kematian, sang raja memecah keheningan. Katanya, “Ayo nikmati seluruhnya. Semuanya sangat lezat. Aku siapkan khusus untukmu.”
“Memang,” ujar si laki-laki gemetar, “semua hidangan ini amatlah nikmat. Aku baru pertama kali melihatnya. Air liurku sudah terbit sejak pertama kali melihat dan mencium aroma lezatnya.”
“Akan tetapi, seleraku hilang bersamaan dengan kekhawatiran dan ketakutanku melihat sebilah pedang di atas kepalaku. Aku takut jika benangnya putus dan pedang itu menancap di kepalaku.” pungkas si laki-laki. Semakin gemetar.
Sang raja, akhirnya menceritakan apa yang selama ini dia alami. Apa yang dialami oleh si laki-laki adalah gambaran dirinya. Ia senantiasa dihantui rasa takut dan bayang kematian yang amat nyata. Sebagai penguasa, nyawanya selalu menjadi incaran, baik oleh orang di dalam istana yang haus kekuasaan atau musuh-musuhnya yang senantiasa menyebar mata-mata di berbagai lokasi.

Kisah ini, patut dijadikan renungan oleh para pemimpin di negeri ini. Bahwa kepemimpinan adalah amanah yang seharusnya menyelamatkan diri dan rakyatnya, bukan sebaliknya. Kisah ini hendaknya juga dirujuk oleh para rakyat, seperti kita. Bahwa apa yang terlihat tidak selalu menggambarkan yang sebenarnya. Ada begitu banyak kepahitan hidup, kekhawatiran dan ketakutan yang tidak pernah kita bayangkan.
Tuan Presiden, mudah-mudahan apa yang dialami oleh sang raja dalam kisah ini tidak menimpa Paduka. Aamiin.
Wallahu a’lam. [sumber: Pirman/Kisahikmah]
Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Yang Terhormat Tuan Presiden, Semoga Anda tidak Termasuk Jenis Penguasa dalam Kisah Ini ...!